Aku Ikhlas Melepasmu

Selama enam tahun silam, perasanku masih sama seperti dulu ketika kau berada disampingku mengisi hari-hariku. 'Aku memang belum bisa move on', bisikku dalam bathin. Ketika rintik mulai mrnyapaku membawa kenangan yang semakin lama semakin ku mengingatmu. Entah sampai kapankah dongengku bersama perasaanku berakhir. 
'Andai kau tahu, aku selalu mengingatmu setiap saat, setiap tempat di mana sering kita habiskan waktu untuk sekadar bersenda gurau', ucapku lirih sesekali aku meneteskan air mata ketika langit menangis. 
(Aku Ikhlas Melepasmu_Cerpenku) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matematika sebagai Ilmu Deduktif

Guruku Inspirasiku

WHEN MATH TEACHERS CHANGE MINDSET, STUDENT GRADES GO UP